BULUNGAN – Malam pergantian tahun yang seharusnya penuh harapan justru berakhir tragis di kawasan Mess Karyawan PT BSMP, Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.
Seorang ayah bernama Jumadi, diduga mengajak dua anaknya, Sahrul (22) dan Wandi, melakukan aksi pengeroyokan brutal di bawah pengaruh minuman keras (miras). Akibat insiden ini, tidak hanya tetangga yang menjadi korban luka berat, namun sang anak, Sahrul, kini justru dalam kondisi kritis tak sadarkan diri.
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.30 Wita. Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim AKP Rio Adi Pratama mengungkapkan bahwa para pelaku berada di bawah pengaruh alkohol jenis Ciu dan Cap Tikus saat kejadian.
Kompak Berbuat Onar
Berdasarkan keterangan saksi Amin (40), teror dimulai saat Jumadi yang memegang senjata tajam jenis badik mengamuk merusak fasilitas di sekitar mess, mulai dari mobil hingga tandon air.
Saat ditegur oleh Amin karena perilakunya mengganggu tetangga yang memiliki anak kecil, Jumadi justru semakin kalap. Ia tidak datang sendiri, melainkan kembali bersama dua anaknya, Sahrul dan Wandi, untuk menyerang Amin.
“Pelaku menusuk badik tersebut ke arah Amin tetapi tersangkut di kerah bajunya,” ungkap AKP Rio, Sabtu (3/1/2026).
Serang Rumah Warga Lain
Gagal melukai Amin yang berhasil membela diri, bapak dan anak ini melanjutkan amukannya dengan mendobrak rumah warga lain, Marten Sae (58). Di rumah inilah pengeroyokan brutal terjadi.
Akibat serangan tersebut, Marten Sae mengalami luka serius berupa tikaman di bagian rusuk dan patah tulang tangan. Ia kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Jusuf SK.
Senjata Makan Tuan
Ironisnya, aksi “jagoan” satu keluarga ini berujung petaka bagi diri mereka sendiri. Dalam kekacauan tersebut, Sahrul—anak Jumadi yang ikut menyerang warga—justru terkena sabetan senjata tajam.
“Naasnya Sahrul dalam kasus ini juga ikut terluka karena tertimpas sajam. Saat ini Sahrul dalam keadaan kritis atau koma,” jelas Rio.
Polisi kini telah mengamankan barang bukti dan menahan Jumadi sebagai terduga pelaku utama, sementara Sahrul masih berjuang melawan maut di rumah sakit. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan memeriksa saksi-saksi lainnya.





