Amankan Idulfitri di Kaltara, Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan dan Puluhan Pos Pengamanan Disiapkan

Kamis, 12 Maret 2026 20:14 WITA
Polda Kaltara mengerahkan ribuan personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kayan 2026

Suarakaltara.com, TANJUNG SELOR : Sebanyak 2.055 personel gabungan dikerahkan dan 44 pos pengamanan disiapkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 untuk mengamankan perayaan Idulfitri di Provinsi Kalimantan Utara.

Pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kayan 2026 yang digelar oleh Polda Kalimantan Utara pada Kamis (12/3/2026).

Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Kapolda Kaltara, Irjen Djati Wiyoto Abadhy, menjelaskan total personel yang dilibatkan dalam operasi ini mencapai 2.055 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.247 personel berasal dari unsur Polri, sementara 808 personel lainnya merupakan dukungan dari berbagai instansi terkait.

Personel gabungan itu terdiri dari TNI sebanyak 159 orang, Dinas Perhubungan 84 orang, Dinas Kesehatan 63 orang, Jasa Raharja 13 orang, BPBD 64 orang, Damkar 51 orang, Basarnas 28 orang, serta Senkom 48 orang.

Selain mengerahkan ribuan personel, Polda Kaltara juga mendirikan 44 pos pengamanan di sejumlah titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 15 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu.

“Pada pelaksanaan operasi ini kita juga mendirikan pos-pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat,” kata Kapolda usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kayan 2026.

Menurutnya, Operasi Ketupat Kayan merupakan operasi kepolisian terpusat yang rutin digelar setiap tahun guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat merayakan Hari Raya Idulfitri.

“Kita melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Kayan 2026 untuk mengamankan kegiatan masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Sebelum operasi dilaksanakan, Polda Kaltara juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah instansi terkait.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing stakeholder memaparkan kesiapan serta memetakan potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

Kapolda menambahkan, pihaknya memprediksi arus mudik di wilayah Kalimantan Utara akan terjadi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret 2026.

Sementara itu, arus balik diperkirakan juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 hingga 25 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026.

Selain pengamanan di jalur darat, perhatian khusus juga diberikan pada transportasi perairan mengingat kondisi geografis Kalimantan Utara yang didominasi wilayah sungai dan laut.

“Kita akan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi ketentuan terutama terkait kapasitas penumpang kapal. Jangan sampai memaksakan kondisi kapal yang berlebihan karena sangat membahayakan,” tegasnya.

Petugas di pos-pos penyeberangan juga akan melakukan penyuluhan serta pengumuman kepada masyarakat agar mematuhi aturan keselamatan selama perjalanan mudik.

Selain itu, personel di lapangan juga akan melakukan pemeriksaan terhadap armada speedboat yang digunakan masyarakat, mulai dari kondisi kapal hingga kelayakan operasionalnya.

“Speedboat yang akan digunakan akan diperiksa terlebih dahulu kondisinya. Jika sudah dinyatakan layak, baru dapat beroperasi untuk melayani masyarakat selama libur Idulfitri,” pungkasnya. (red/sk)

Bagikan
Berita Terkait