Minimarket Hadir di Desa, Bupati Tekankan Perlindungan Pedagang Kecil

Sabtu, 10 Januari 2026 21:15 WITA
Bupati Bulungan, Syarwani saat mengunjungi gerai modern usai diresmikan (SK/Ramlan)

Suara Kaltara.com, TANJUNG SELOR : Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa kehadiran gerai minimarket di wilayah desa tidak boleh menggerus keberlangsungan usaha warung kelontong dan pedagang kecil yang telah lebih dulu tumbuh di tengah masyarakat.

Penegasan itu disampaikannya saat meresmikan sebuah minimarket di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Sabtu (10/1/2025).

Menurut Syarwani, geliat ekonomi desa harus dirasakan secara merata, termasuk oleh warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil di depan rumah.

Ia menekankan agar pedagang tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang.

“Pedagang kecil yang selama ini berjualan di depan rumah juga harus tetap bisa tumbuh dan merasakan manfaat dari aktivitas ekonomi di desa,” ujar Syarwani.

Ia mengingatkan pengelola minimarket agar tidak menjual produk yang sama dengan dagangan warung kelontong di sekitarnya.

Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari persaingan langsung yang berpotensi merugikan pedagang kecil.

“Sebisa mungkin produk yang dijual berbeda dengan yang ada di warung kelontong. Kalau dipaksa berkompetisi dalam skala yang sama, tentu dampaknya akan dirasakan langsung oleh pedagang kecil,” tegasnya.

Selain aspek persaingan usaha, Syarwani juga menyoroti pentingnya kelengkapan perizinan.

Ia meminta seluruh proses perizinan usaha segera diselesaikan sesuai ketentuan pemerintah daerah agar operasional berjalan secara legal.

“Kami di Pemda Bulungan siap memberikan dukungan penuh dan memastikan pelayanan perizinan melalui DPMPTSP berjalan maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, Syarwani juga mendorong minimarket agar berperan dalam memasarkan produk UMKM lokal.

Ia menilai kawasan Tanah Kuning–Mangkupadi memiliki potensi besar, khususnya dari sektor nelayan dan usaha kecil lainnya.

“Banyak pelaku UMKM di sini. Saya berharap minimarket ini bisa menjadi wadah untuk membantu memasarkan produk lokal, terutama hasil nelayan,” ujarnya.

Syarwani menegaskan, gerai modern harus mampu berjalan berdampingan dengan usaha tradisional.

Sinergi antar pelaku usaha dinilai menjadi kunci pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Saya yakin UMKM, usaha tradisional, dan minimarket bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan,” katanya.

Ia juga berharap kehadiran minimarket dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ketersediaan barang kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Harga harus memperhitungkan efisiensi transportasi agar benar-benar meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Syarwani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan.

“Mari kita jaga kebersamaan dan ketenangan demi membangun Desa Mangkupadi yang kita cintai,” pungkasnya. (Red/sk)

Bagikan
Berita Terkait