Dugaan Awal Mengarah ke Genset, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran SB Sekatak AAA

Kamis, 6 Agustus 2026 22:37 WITA
Aparat saat melakukan pemadaman

Suarakaltara.com, TANJUNG SELOR – Aparat kepolisian mulai mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran yang menghanguskan SB Sekatak AAA Kaltara di perairan SP 5, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sumber api diduga berasal dari ruang genset. Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo, mengatakan tim kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk nahkoda dan anak buah kapal (ABK).

Dari hasil pemeriksaan awal, indikasi sementara mengarah pada munculnya api dari ruang genset yang berada di atas speedboat.

“Dugaan sementara titik awal kebakaran berasal dari ruang genset. Namun hal itu masih bersifat sementara karena penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan seluruh fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Hadi.

Insiden terjadi sekitar pukul 11.15 Wita ketika speedboat yang melayani rute Tanjung Selor–Tarakan sedang berlayar menuju Pelabuhan SDF Tengkayu I Tarakan.

Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor sekitar pukul 10.20 Wita dengan membawa 23 penumpang dewasa, dua anak-anak, satu balita, serta empat awak kapal.

Sebelum api membesar, salah seorang ABK sempat mengetahui dua unit televisi dan empat unit pendingin ruangan (AC) di dalam kabin tiba-tiba mati secara bersamaan. Kondisi itu memicu pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan kapal.

“Awalnya ABK memeriksa saklar kelistrikan di bagian belakang kapal, tetapi tidak ditemukan adanya gangguan. Saat pemeriksaan dilanjutkan ke ruang genset, api sudah terlihat menyala,” jelasnya.

Mengetahui kondisi tersebut, nahkoda bersama tiga ABK berupaya memadamkan api menggunakan empat unit alat pemadam api ringan (APAR). Namun kobaran api terus membesar hingga tidak lagi dapat dikendalikan.

Demi menghindari jatuhnya korban, nahkoda mengambil keputusan cepat dengan mengarahkan speedboat ke tepian sungai agar seluruh penumpang dapat segera dievakuasi.

“Nahkoda langsung mengambil langkah penyelamatan dengan membawa speedboat menepi. Keputusan tersebut membuat seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” katanya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga bermula dari genset tipe silent berbahan bakar solar berkapasitas 8.000 watt.

Kobaran api kemudian merembet ke genset berbahan bakar bensin merek Ryu berkapasitas 7.500 watt hingga akhirnya melalap hampir seluruh badan kapal.

Meski speedboat mengalami kerusakan berat dan hangus terbakar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, sebagian penumpang melanjutkan perjalanan menuju Tarakan menggunakan speedboat Limex Manora.

Hadi menegaskan proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran murni disebabkan gangguan teknis atau terdapat faktor lain yang turut memicu insiden tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk memeriksa keterangan para saksi dan kondisi teknis kapal. Semua kemungkinan akan kami dalami sebelum menyimpulkan penyebab kebakaran,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh operator angkutan sungai dan speedboat di Kalimantan Utara agar meningkatkan pemeriksaan terhadap kondisi mesin, genset, sistem kelistrikan, serta peralatan keselamatan sebelum kapal diberangkatkan.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh operator agar tidak mengabaikan pemeriksaan rutin terhadap mesin, genset, instalasi listrik, maupun perlengkapan keselamatan. Pemeriksaan yang disiplin sangat penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menjamin keselamatan penumpang,” pungkas Hadi. (red/sk)

Bagikan
Berita Terkait