Pertamina Percepat Distribusi BBM ke Nunukan, Tegaskan Stok SPBU Aman dan Tolak Penjualan Eceran Mahal

Kamis, 6 Agustus 2026 22:40 WITA
Salah satu SPBU yang ada di Kabupaten Nunukan

Suarakaltara.com, TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Nunukan kembali aman setelah dilakukan percepatan distribusi dari Fuel Terminal Tarakan.

Langkah ini ditempuh untuk menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal sekaligus meredam potensi kelangkaan di sejumlah SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan Pertamina bergerak cepat dengan mengoptimalkan seluruh rantai distribusi agar pasokan BBM segera tiba di Nunukan.

“Pertamina telah mengoptimalkan pengiriman pasokan BBM ke Nunukan serta memprioritaskan proses pengisian dan keberangkatan kapal pengangkut dari Fuel Terminal Tarakan. Pasokan telah tiba dan disalurkan ke sejumlah SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan dengan baik,” ujar Edi.

Menurutnya, selama proses penguatan distribusi berlangsung, Pertamina juga mengoperasikan skema pelayanan tambahan melalui SPBU 65.774.006 sebagai SPBU pendukung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meskipun terjadi lonjakan permintaan.

“Kami telah mengoptimalkan SPBU pendukung agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Memang sempat terjadi peningkatan antrean kendaraan, namun kondisi di lapangan tetap tertib, terkendali, dan pelayanan terus berlangsung,” katanya.

Pertamina juga mempercepat suplai BBM melalui jalur laut. Pada Rabu (5/8/2026), dua kapal pengangkut BBM telah melakukan pembongkaran muatan untuk memasok sejumlah SPBU di Pulau Nunukan.

Distribusi kembali diperkuat pada Kamis (6/8/2026) dengan tambahan 89 kiloliter (KL) Pertalite dan 30 KL Bio Solar yang disalurkan ke SPBU 65.774.004.

“Penguatan pasokan terus kami lakukan melalui pengiriman berikutnya agar distribusi tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan,” jelas Edi.

Menanggapi beredarnya informasi mengenai harga BBM eceran dalam botol yang disebut mencapai Rp35 ribu per liter, Pertamina menegaskan harga tersebut bukan merupakan harga resmi Pertamina maupun harga yang berlaku di SPBU.

“Harga tersebut bukan harga resmi Pertamina. SPBU merupakan titik akhir penyaluran BBM kepada konsumen, sehingga BBM yang telah dibeli masyarakat tidak untuk diperjualbelikan kembali,” tegasnya.

Edi mengatakan Pertamina terus melakukan pemantauan distribusi secara intensif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pengelola SPBU, dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran BBM tepat sasaran.

“Kami terus memonitor kondisi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi BBM berjalan lancar, aman, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap memperoleh BBM melalui SPBU maupun lembaga penyalur resmi Pertamina.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan menggunakan SPBU atau lembaga penyalur resmi Pertamina. Apabila terdapat kendala pelayanan atau informasi terkait penyaluran BBM, masyarakat dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solutions 135 maupun kanal resmi Pertamina. Kami berkomitmen memastikan pasokan energi bagi masyarakat Nunukan tetap aman dan pelayanan terus berjalan optimal,” tutup Edi. (red/sk)

Bagikan
Berita Terkait